Penggemukan sapi kurban bukan perkara memberi makan banyak lalu menunggu Idul Adha. Ada ilmu dan ketekunan di balik sapi gemuk berkualitas yang siap disembelih. Di madabumi, kami menjalankan program ini setiap tahun dengan proses yang sudah teruji.
1. Pemilihan bakalan
Semua dimulai dari memilih bakalan — sapi muda berusia sekitar 1,5–2 tahun dengan bobot awal 200–250 kg. Kami memilih sapi dengan postur tubuh proporsional: kaki tegak, dada lebar, dan nafsu makan baik. Bakalan yang lemah sejak awal tidak akan optimal walaupun pakannya bagus.
2. Manajemen pakan
Ransum harian terdiri dari hijauan (rumput gajah, tebon jagung) sebagai sumber serat, ditambah konsentrat (dedak padi, bungkil kelapa, ampas tahu) untuk penambahan bobot. Pemberian dilakukan dua kali sehari — pagi dan sore — dengan air minum tersedia setiap saat di kandang.
Kenaikan bobot ideal adalah 0,8–1,2 kg per hari. Di bawah itu, kami evaluasi komposisi pakan atau periksa kondisi kesehatan ternak.
3. Pemantauan kesehatan
Setiap pagi kami periksa kondisi fisik setiap sapi: mata, hidung, nafsu makan, dan konsistensi kotoran. Sapi yang menunjukkan gejala kurang sehat segera dipisahkan dan ditangani. Vaksinasi dilakukan sesuai jadwal, termasuk vaksin PMK (Penyakit Mulut dan Kuku) yang kami berikan secara berkala.
4. Penimbangan berkala
Bobot ditimbang setiap bulan untuk memantau laju pertumbuhan. Data ini kami catat dan bagikan kepada investor. Transparansi angka adalah komitmen kami — tidak ada klaim bobot yang tidak bisa dibuktikan dengan timbangan dan dokumentasi.
5. Menjelang panen
Sekitar 1–2 minggu sebelum Idul Adha, kami kurangi pakan konsentrat dan perbanyak hijauan. Tujuannya menjaga kondisi sapi tetap sehat dan tidak stres menjelang hari penyembelihan. Sapi yang siap panen memiliki bobot 400–500 kg, tergantung jenis dan durasi penggemukan.
Proses ini bukan rahasia. Setiap calon pembeli atau investor bisa melihat langsung bagaimana sapi mereka dirawat dari awal sampai panen.